Sikap Lebih Dari Sabar menghadapi Musibah

Lebih dari sekedar keharusan untuk bersabar, dalam menghadapi musibah, selayaknya setiap Muslim hendaknya:

1. Iman dan ridha terhadap ketentuan (takdir) Allah

Allah swt. Berfirman:
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada diri kalian sendiri melainkan sudah tertulis di dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”(QS al Hadid [57]: 22)

2. Memperbanyak berdoa dan berzikir kepada Allah SWT

Rasulullah saw. Mengajarkan do’a bagi orang yang tertimpa musibah:
“Ya Allah berilah aku pahala karena musibah yang menimpaku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya” (HR Ahmad)
Selain berdoa, berzikir akan dapat menentramkan hati (QS Ar-Radu [13]:28)

3. Tetap berikhtiar

Mengimani takdir bukan berarti tidak berikhtiar. Saat terjadi wabah penyakit di Syam, Umar bin al-Khaththab segera berupaya keluar dari negeri tersebut. Ketika ditanya, “Apakah kamu hendak lari dari takdir Allah?” Umar menjawab, “ya, aku lari dari takdir Allah untuk menuju takdir-Nya yang lain.”
Rasulullah saw. Pun memberikan petunjuk bahwa segala bahaya (madarat) wajib untuk dihilangkan. Misalnya logistik, tempat tinggal, masjid dan sekolah yang hancur harus diupayakan kembali keberadaannya. Dalam hal ini, tanggung jawab pemerintah sangatlah besar.

4. Bertobat

Adakalanya musibah yang menimpa adalah akibat dari dosa yang diperbuat manusia (QS As-Syura [42]:30). Karena itu, sudah seharusnya seseorang yang terkena musibah segera bertobat kepada Allah swt. Dengan tobat yang sebenar-benarnya. Nabi saw. Bersabda:
“Setiap anak Adam adalah pendosa. Sebaik-baik pendosa adalah orang yang suka bertobat” (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad dan ad-Darimi)

5. Tetap Istiqomah dalam Islam

Dalam setiap musibah, selalu ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk tujuan jahat. Misalnya kristenisasi. Caranya adalah dengan memberikan bantuanlogistik, medis, uang, rumah dan sebagainya. Semua itu tidaklah diberikan dengan tulus, melainkan ada maksud keji di baliknya. Ujung-ujungnya orang kafir itu ingin sekali memurtadkan orang Islam. Disinilah seorang Muslim dituntut untuk bersikap Istiqamah (QS Hud [11]:112)

1 Komentar »

  1. syahidullah Said:

    Subahanallah…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: